Aktivitas Ekonomi Kawasan Pesisir

Penggunaan pesisir telah berlangsung sejak adanya kehidupan manusia karena potensi yang besar yang dimilikinya baik berupa sumber daya hayati maupun non hayati. Dalam meninjau kondisi ekonominya tidak dapat lepas dari penggunaan lahan yang ada yang terdiri dari: eksploitasi sumber daya, infrastruktur, pariwisata, serta konservasi ( Kay dan Alder, 1999). Aktifitas ekonomi pada  kawasan pesisir terdiri dari berbagai jenis yang umumnya terdiri dari:

a)    Industri kehutanan, industri ini berkaitan dengan pemanfaatan hutan mangrove yang dipergunakan untuk bahan baku konstruksi.

b)    Industri berat. Menurut teori lokasi yang dikemukakan Waber, Palander, maupun Hoover dinyatakan bahwa penentuan lokasi industri dipengaruhi beberapa hal seperti bahan baku, biaya, angkutan, tenaga kerja, dan pasar (Djoyodipuro, 1992). Kawasan pesisir sangat menarik bagi investor yang ingin menanamkan modalnya, khususnya dalam hal produksi suatu industri. Salah satu keuntungan pengalokasian industri  pada kawasan pesisir adalah kemudahan dalam hal pengiriman barang ke luar wilayah. Berdasarkan hal tersebut, sebagian besar industri-industri yang ditempatkan di kawasan ini merupakan industri yang berorientasi ekspor.


c)    Pelabuhan, keberadaan pelabuhan pada kawasan pesisir merupakan suatu potensi ekonomi yang diharapkan dapat mempercepat perkembangan suatu wilayah.  Pelabuhan biasanya berfungsi sebagai tempat pendaratan hasil minyak dan gas, tempat menyimpan peti kemas, perikanan, dan sebagai salah satu komponen dalam transportasi yang berfungsi untuk pergantian moda angkutan.

d)    Pertambangan, pertambangan yang banyak berkembang di kawasan pesisir adalah pertambangan pasir dan terumbu karang
e)    Perikanan
f)     Industri perminyakan dan gas
g)    Parawisata



Sumber:
Tesis Fenti Novita, Pengaruh Perkembangan Ekonomi Kota Bandar Lampung
Terhadap Perkembangan Kawasan Pesisir (Magister Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Kota Universitas Deponegoro Tahun 2003
Post a Comment