Ciri-ciri dan Hambatan dalam Peran Serta Masyarakat

Peran serta dapat pula dikenali dari keterlibatan, bentuk kontribusi, organisasi kerja, penetapan tujuan, dan peran. Parwoto (dalam Soehendy, 1997:28) mengemukakan bahwa peran serta mempunyai ciri-ciri :
a)    Keterlibatan dalam keputusan : mengambil dan menjalankan keputusan.
b)    Bentuk kontribusi : seperti gagasan, tenaga, materi dan lain-lain.
c)    Organisasi kerja : bersama setara (berbagi peran).
d)    Penetapan tujuan : ditetapkan kelompok bersama pihak lain.
e)    Peran masyarakat : sebagai subyek.

Dengan demikian peran serta harus mengandung unsur-unsur adanya kesepakatan, adanya tindakan mengisi kesepakatan tersebut, dan adanya pembagian kerja serta tanggung jawab dalam suatu organisasi kerja.


Dalam fase-fase pembangunan sesuai dengan pandangan Conyers (1994:186) bahwa penyebab keengganan masyarakat untuk berperan serta adalah  pertama, hasil keterlibatan masyarakat itu sendiri dimana masyarakat tidak akan berperan serta jika merasa hasil peran sertanya tidak berpengaruh pada hasil akhir serta kedua, masyarakat enggan berperan serta dalam kegiatan yang tidak menarik minat mereka atau aktifitas yang tidak berpengaruh langsung yang dapat mereka rasakan.

Korten (dalam Slamet,1994:66-74) menunjuk sejumlah hambatan berkaitan dengan peran serta masyarakat yaitu:
a)    Hambatan dalam badan-badan, tempat pembentukan keputusan, sikap-nilai-keahlian, sistem evaluasi, stabilitas penempatan pegawai. Dalam hal terdapat pula hambatan birokrasi.
b)    Hambatan dalam komunitas, kurangnya organisasi lokal yang memadai, kurangnya keahlian berorganisasi, lemahnya fasilitas komunikasi, perbedaan dalam golongan-golongan.



Sumber:
Tesis Sihono, Peran Serta Masyarakat Dalam Pengelolaan Prasarana Pasca Peremajaan Lingkungan Permukiman  Di Mojosongo Surakarta (Magister Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Kota Universitas Deponegoro Tahun 2003)
Post a Comment