Tabulasi Tentang Transportasi dan Angkutan Umum (Rangkuman)

Berikut Rangkuman Tabulasi Tentang Transportasi dan Angkutan Umum

  1. POTENSI PERGERAKAN
  2. SISTEM JARINGAN JALAN
  3. JARINGAN PELAYANAN ANGKUTAN KOTA




NoTeori/PendapatPengelompokan Unsur-unsur Teori/PendapatIndikatorParameterUnsur yang Diperhatikan
1POTENSI PERGERAKAN
Sistem transportasi terdiri dari sistem kegiatan, sistem jaringan prasarana transportasi, sistem pergerakan lalu lintas, dimana masing-masing saling terkait dan saling mempengaruhi. Basarnya pergerakan sangat berkaitan erat dengan jenis dan intensitas kegiatan yang dilakukan (Tamin, 2000).Setiap guna lahan mempunyai jenis kegiatan tertentu yang dapat membangkitkan atau menarik pergerakan dalam proses pemenuhan kebutuhan. Guna melakukan pergerakan seseorang membutuhkan angkutan umumGuna Lahan; Ekonomi dan Kependudukan; Tujuan pergerakanPermukiman; Fas. Sosial /budaya; Fas. Umum dan pemerintahan; Perdagangan; Industri; Jalur hijau dan lahan terbuka; Pertanian; Sebagai indikator dan parameter untuk melihat variabel Potensi Pergerakan
Pola pergerakan yang dimiliki oleh sebuah kota berbeda menurut model struktur kota tersebut. Setiap bidang tanah yang digunakan untuk kegiatan tertentu akan menunjukkan potensinya sebagai pembangkit atau penarik pergerakan (Chapin, 1979).Jumlah penduduk; Penyebaran penduduk; Distribusi Umur; Pendapatan; Kepemilikan Kendaraan;
Seseorang memerlukan angkutan umum untuk melakukan pergerakan guna memenuhi berbagai kebutuhan (Warpani, 1979). Permintaan angkutan umum pada umumnya dipengaruhi oleh karakteristik kependudukan dan tata guna lahan pada wilayah tersebut (Levinson, 1982). Manusia sebagai pelaku perjalanan memiliki maksud masing-masing dalam melakukan perjalanannya, dan hal ini berpengaruh pada rute pelayanan angkutan kota sebagai angkutan umum (Setijowarno dan Frazila, 2001).Bekerja; Pendidikan; Berbelanja; Kegiatan Sosial; Rekreasi; Bisnis; Pulang ke Rumah;
2.SISTEM JARINGAN JALAN
Ditinjau dari sisi penyediaan (supply), keberadaan jaringan jalan yang terdapat dalam suatu kota sangat menentukan pola jaringan pelayanan angkutan umum. Karakteristik jaringan jalan meliputi jenis jaringan, klasifikasi, kapasitas, serta kualitas jalan (Morlok,1978).Agar dapat memberikan akses yang baik terhadap pembangkit pergerakan maka rute pelayanan angkutan kota pada suatu wilayah kota harus memper-timbangkan karakteristik jaringan jalan, yaitu jenis jaringan jalan, klasifikasi, kapasitas dan kualitas jalanKarak-teristik Jaringan JalanJenis jaringan jalan; Klasifikasi jalan; Kapasitas jalan; Kualitas jalan; Sebagai indikator dan parameter untuk melihat variabel Sistem Jaringan Jalan
Keterkaitan karakteristik jaringan jalan dengan angkutan umum adalah pada rute pelayanan. Penentuan rute pada suatu wilayah kota harus mempertimbangkan jaringan jalan yang tersedia agar dapat memberikan akses yang baik terhadap pembangkit lalu lintas. Penentukan dimensi angkutan yang beroperasi pada sebuah rute harus   sesuai dengan kla-sifikasi jalan yang tersedia, sehingga tidak menimbulkan gangguan dalam operasi (Setijowarno dan Frazila, 2001).
3.JARINGAN PELAYANAN ANGKUTAN KOTA
Angkutan umum kota beroperasi menurut trayek yang sudah ditentukan yang seluruhnya berada dalam suatu wilayah Kota. Struktur trayek pelayanan angkutan kota dipengaruhi oleh data perjalanan, penduduk dan penyebarannya, serta kondisi fisik daerah yang akan dilayani (Setijowarno dan Frazila, 2001).Mobil penumpang umum sebagai angkutan kota dalam pelayanannya mempunyai pola dan karakteristik masing-masingKarakteristik dan pola aktivitas angkutan kotaTrayek; Rute pelayananSebagai indikator dan parameter untuk melihat variabel Jaringan Pelayanan Angkutan Kota
Angkutan kota adalah angkutan dari suatu tempat ke tempat lain dalam wilayah suatu kota dengan menggunakan mobil bis umum dan/atau mobil penumpang umum yang terikat pada trayek tetap dan teratur. Tujuan utama keberadaan angkutan kota adalah menyelanggarakan pelayanan angkutan yang baik (aman, cepat, murah, dan nyaman) dan layak bagi masyarakat (Warpani, 1990).Kualitas operasi angkutan umumLoad factor; Waktu tempuh; Jarak tempuh; Frekuensi pelayanan; Jumlah armada;
Kualitas dan memadainya suatu penyelenggaraan pelayanan sistem angkutan kota adalah dengan tersedianya jaringan rute pelayanan yang ideal untuk suatu wilayah tertentu. Di banyak kota sistem jaringan angkutan kota menggunakan beberapa tipe secara kombinasi yang sesuai dengan karakteristik kota yang bersangkutan (Grey dan Hoel, 1979).Karak -teristik JaringanPela-yanan Angkut-an KotaTipe Jaringan Angkutan Kota; Frekuensi Pelayanan; Jarak Tempuh Penumpang ke Lintasan Rute;

Daftar Pustaka:
  • B. G. Hutchinson (1974) Principles of Urban Trandport System Planning. Washington D. C: Scripta Book Company.
  • Black, J.A., (1981) Urban Transport Planning: Theory and Practise. London: Cromm Helm.
  • Boris S. Pushkarev (1977) Public Transportation and Land Use Policy. Bloomington: Indiana University Press.
  • Bruton, M.J., (1985) Introduction to Transport Planning. Third Edition. London: Anchor Brendon Ltd.
  • Chapin, F. Stuart Jr., and (1979) Urban Land Use Planning, Third Edition. Chicago: University of Illinois Press.
  • Effendi dan Manning (1989) “Prinsip-prinsip Analisisi Data”. Dalam Masri Singarimbun dan Sofian Effendi. Metode Penelitian Survai. Edisis Revisi. Jakarta: LP3ES, hal. 263-298.
  • Hadi Sabari Yunus (2000) Struktur Tata Ruang Kota. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  • Idwan Santoso (1996). Perencanaan Prasarana Angkutan Umum. Pusat Studi Transportasi & Komunikasi, Institut Teknologi Bandung. Bandung.
  • Levinson, Hebert S. (1982) Urban Transportasion. New York.
  • Morlok, Edward K. (1978) Pengantar Teknik dan Perencanaan Transportasi. Alih Bahasa Johan Kelanaputra Hainim. Editor Yani Sianipar. Jakarta: Penerbit Erlangga.
  • Nazir, Mohamad (1988) Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.
  • Nobert Oppenheim (1975) Urban Travel Demand Modeling. John Wiley & Sons, Inc.
  • Peter R. Stopher, Arnim H. Meyburg (1975) Urban Transportation Modeling and Planning. Forth edition. D. C. Health and Company.
  • Perencanaan Transportasi (1996). Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Institut Teknologi Bandung. Bandung
  • Perencanaan Sistem Angkutan Umum (1997). Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Institut Teknologi Bandung, Bandung.
  • Setjowarno, D. dan Frazila, R.B (2001) Pengantar Sistem Transportasi. Edisi pertama. Semarang: Penerbit Universitas Katolik Soegijapranata.
  • Tesis Susanto Adi Wibowo, Kajian Kinerja dan Pengembangan Rute Angkutan Umum Penumpang Dalam Kota di Kota Salatiga (Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro Semarang Tahun 2003)
  • Tamin, Ofyar Z. (2000) Perencanaan dan Permodelan Transportasi. Edisi ke-2. Bandung: Penerbit ITB.
  • Warpani, Suwarjoko (1990) Merencanakan Sistem Perangkutan. Bandung: Penerbit ITB.
  • Wells, GR (1975) Comprehensive Transport Planning. London: Charles Griffin & Comp. Ltd
  • Wright, PH (1989). Transportation Engineering Planning and Design. New York: John Wiley & Sons, Inc.
Post a Comment