Beberapa Pengertian Efektivitas

Banyak pakar yang membicarakan pengertian efektivitas, namun pada hakekatnya mengandung pengertian yang hampir sama, yaitu:
Seberapa jauh tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai dengan menggunakan semaksimal mungkin semua alat dan sumberdaya yang tersedia. 
Umumnya untuk mengevaluasi efektivitas pendekatan yang paling banyak digunakan adalah pendekatan berdasarkan tujuan.

Berdasarkan Ensiklopedi Nasional Indonesia (1989, p. 12), efektivitas adalah menunjukkan keberhasilan dari segi tercapai tidaknya sasaran yang telah ditetapkan. Hasil yang mendekati sasaran dinilai semakin tinggi efektivitasnya.



Pengertian Efektivitas menurut Peter F. Drucker adalah usaha menjalankan pekerjaan secara benar (to do the right things). Ia berpendapat  bagi seorang pengambil keputusan dalam melakukan kegiatan yang terpenting adalah efektif, oleh sebab itu penetapan sasaran yang setepat-tepatnya merupakan salah satu tugas utamanya. Jika sasaran sudah ditetapkan secara tepat, semua sumber daya harus dikerahkan untuk mencapainya.

Pengertian Efektivitas menurut Eko Budiharjo (1995), bahwa salah satu kendala yang menentukan efektifitas rencana (rencana tata ruang atau rencana sektoral) adalah lemahnya mekanisme pengendalian  pembangunan (development control). Hal ini disebabkan oleh banyak hal antara lain; Pemerintah  Daerah sering tidak mempunyai akses terhadap rencana-rencana yang pendanaannya dari pemerintah pusat. Selain itu juga karena rencana yang disusun oleh Pemerintah Daerah bisa berubah total akibat adanya faktor lain, misalnya adanya investasi skala besar yang tidak diduga sebelumnya atau bergantinya Pimpinan Daerah sehingga program-program yang pelaksanaannya jangka panjang sering terganggu. Hal lain yang tak kalah pentingnya yang menyebabkan tidak efektifnya adalah tidak adanya penegakan hukum (enforcement), sehingga pelanggaran terhadap rencana jarang sekali diberikan teguran apalagi dikenai sanksi.

Contoh penerapan pengertian efektifitas dalam penelitian yang berjudul Evaluasi  Lokasi  Baru Terminal Regional Kota Padang (Tesis Azizi  Fauzi , MPKD-UGM Tahun 2003), yang menjadi ukuran seberapa efektifnya pemanfaatan terminal adalah membandingkan antara kenyataan yang ada dengan sasaran-sasaran yang direncanakan/ditetapkan. Adapun sasaran-sasaran  dari rencana terminal ini dapat diambil dari dokumen yang ada, yaitu diambil dari Dukumen Studi Kelayakan Terminal Regional yang disusun oleh Pemerintah Kota Padang. Adapun indikator yang akan diukur untuk menilai tingkat efektifitas pemanfaatan Terminal Regional Bingkuang ini adalah:

1. Jumlah penumpang yang naik dan turun  di terminal
Sebagai titik konsentrasi penumpang (traffic consentration) dari segala arah yang menuju keterminal untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke tempat yang dituju. Untuk ini yang diukur adalah jumlah penumpang yang datang dan jumlah angkutan penumpang yang masuk ke terminal.

2. Jumlah kendaraan yang keluar masuk terminal.
Sebagai titik dispersi (classification and sorting) di manapenumpang menyebar sesuai dengan tujuannya baik ke seluruh penjuru kota atau keluar kota. Untuk ini yang diukur adalah jumlah penumpang yang meninggalkan dan jumlah angkutan penumpang yang keluar dari terminal.

3. Jumlah pendapatan dari terminal yang dapat dilihat besarnya retribusi yang diterima.
Titik pusat layanan (service avaibility), bongkar muat (loading and unloading), penyimpanan jangka pendek (storage) dan tempat proses (processing) untuk pembelian tiket, menunggu, menyimpan bawaan penumpang dan prosedur lain untuk pengangkutan. Karena keterbatasan data yang dapat dihimpun, hanya yang dapat diukur adalah dari segi jumlah retribusi yang dapat ditarik atau pendapatan terminal.


Daftar Pustaka:
Damai, Nur, Zulaeha, 2001, Pengaruh Keberadaan Terminal Regional Terhadap Perubahan Guna Lahan dan Pola Pergerakan Angkutan Umum dan Penumpang Kota Administratif  Watampone, Magister Perencanaan Kota dan Daerah, UGM,  Yogyakarta.
Gultom, Juni, 2002, Persepsi Masyarakat Terhadap Ketidakefektifan Pemanfaatan Terminal Regional Natai Suka Kota Pangkalan Bun Kalimantan Tengah, Tesis Magister Perencanaan Kota dan Daerah, UGM,  Yogyakarta.
Iskandar, Donny, 2000, Dampak Spasial Terminal Simpang Rimbo Jambi, Tesis Magister Perencanaan Kota dan daerah, UGM, Yogyakarta.
---------, 1990, Ensiklopedi Nasional Indonesia, Jilid 5, 9, PT. Cipta Abdi Pusaka, Jakarta.


Sumber:
Tesis Azizi  Fauzi, Evaluasi  Lokasi  Baru Terminal Regional Kota Padang (Magister Perencanaan Kota dan Daerah (MPKD-UGM Tahun 2003)

Post a Comment