Beberapa Pengertian Stakeholder

Pengertian Stakeholder
Istilah stakeholder telah dipakai oleh banyak pihak dalam hubungannnya dengan berbagai ilmu atau konteks, misalnya manajemen bisnis, ilmu  komunikasi, pengelolaan sumberdaya alam, sosiologi, dan lain-lain. Lembaga-lembaga publik telah menggunakan secara luas istilah stakeholder ini ke dalam proses-proses pengambilan dan implementasi keputusan.

Menurut Freeman (dalam Bryson, 2001), stakeholder dalam lingkup bisnis merupakan kelompok atau individu yang dipengaruhi dan mempengaruhi masa depan perusahaan yaitu pelanggan, pekerja, pemilik, pemerintah, lembaga keuangan dan kritikus. Sedangkan dalam konteks organisasi, baik di pemerintahan maupun swasta. Bryson (2001), mendefinisikan stakeholder sebagai individu, kelompok atau organisasi apapun yang dapat melakukan klaim atau perhatian terhadap sumber daya atau hasil organisasi atau dipengaruhi oleh hasil itu.



Dari sekian banyak stakeholder tidak semuanya harus mendapat perhatian yang sama. Perhatian hanya perlu diberikan kepada stakeholder utama, karena kunci keberhasilan dalam organisasi publik maupun swasta adalah bagaimana organisasi tersebut dapat menjamin kepuasan stakeholder utama (pimer) ini (Bryson, 2001). Berdasarkan konsepsi di atas, pemahaman terhadap stakeholder akan berguna untuk mengetahui secara jelas tentang siapakah stakeholder utama, bagaimana kepentingan mereka, apa yang akan mereka dukung serta strategi dan taktik yang diperlukan untuk menghadapinya (Kaufman dalam Bryson, 2001). Selanjutnya dalam upaya melibatkan stakeholder, Soesilo (2000), mengingatkan:

“..... mereka yang paling utama harus diputuskan adalah siapa stakeholder utama kita ?. Penentuan ini sangat penting, sebab dalam manajemen sektor publik, kita sering memiliki stakeholder yang banyak dan sering tujuan utamanya saling bertentangan. Bila kita tidak mengetahui, maka kita akan terombang ambing dalam kebingungan.....”.

Proses Pemilihan Stakeholder menjadi Stakeholder Utama sebagai Upaya Memperkecil Domain (2000)

Identifikasi Stakeholder 
Tujuan kegiatan ini adalah mengidentifikasi dan mengkategorisasi stakeholder baik yang berkaitan dengan dampak, manfaat dan kepentingan. Identifikasi dilakukan dengan memetakan masalah dan lokasi sehingga ditemukan masyarakat sebagai stakeholder utama, kemudian mengaitkan masalah baik dari segi kepentingan, pemihakan dan kewenangan yang dimiliki oleh aktor-aktor baik pemerintah maupun non pemerintah.

Pemetaan  Masalah dan Stakeholder             
Pemetaan ini merupakan pendalaman dari kegiatan identifikasi stakeholder, yang dilakukan melalui wawancara dan diskusi terfokus. Informasi yang dikumpulkan menyangkut isu yang relevan dengan kebijakan, program, dan proyek, pemahaman stakeholder, sikap, alasan dan kepentingan mereka, jaringan mereka, posisi dan kekuatan pengaruh serta usulan-usulan mereka.

Tabel Pemetaan Stakeholder (Stakeholder mapping)
Tabel Pemetaan Stakeholder (Stakeholder mapping)
Tabel Pemetaan Stakeholder (Stakeholder mapping)
Kategori Stakeholder
Berdasarkan kekuatan, posisi penting, dan pengaruh stekholder terhadap suatu isu, stakeholder dapat diketegorikan kedalam beberapa kelompok. Ramirez dalam Buckles, D, 1999 (dalam http://www.suarapublik.org/Artikel/index.html), mengelompokkan stakeholder kedalam stakeholder primer, sekunder dan stakeholder kunci. Sebagai gambaran, pengelompokan tersebut dapat dikemukakan kelompok stakeholder  sebagai berikut :

a. Stakeholder primer
Stakeholder primer merupakan stakeholder yang memiliki kaitan kepentingan secara langsung dengan suatu kebijakan, program dan proyek. Mereka harus ditempatkan sebagai penentu utama dalam proses pengambilan  keputusan.
b. Stakeholder sekunder
Stakeholder sekunder adalah stakeholder yang tidak memiliki kaitan kepentingan secara langsung terhadap suatu kebijakan, program, dan proyek pemerintah (publik), tetapi memiliki kepedulian dan keprihatinan sehingga mereka turut bersuara dan berpengaruh terhadap keputusan legal pemerintah.
c. Stakeholder kunci 
Stakeholder kunci merupakan stakeholder yang memiliki kewenangan secara legal dalam hal pengambilan keputusan.

Daftar Pustaka:
Bryson, John,  M 2001. Perencanaan Strategis bagi Organisasi Sosial. Edisi Bahasa Indonesia. Pustaka Pelajar Offset, Yogyakarta.
Buckles, D, 1999. Cultivating Peace, Conflict and Collaboration in Natural Resource Management. WBI Washinton, DC, USA.
Soesilo, 2000. Reformasi Pembangunan dengan Langkah-Langkah Manajemen Strategik. UI, Jakarta.

Sumber:
Tesis Agus Suyatno, Persepsi Stakeholder Terhadap Dampak Kebijakan Kawasan Berikat Pulau Batam Dari Aspek Fisik, Sosial Dan Ekonomi (Magister Perencanaan Kota dan Daerah (MPKD-UGM Tahun 2005)
Post a Comment