Peranan Transportasi dalam Pengembangan Kota

Transportasi dan tata guna tanah sangat  erat kaitannya dalam pengembangan suatu kota. Jenis penggunaan tanah tertentu akan menghasilkan jenis transpotasi tertentu, demikian juga halnya jenis transportasi juga akan mempengaruhi orang dalam membuat keputusan guna tanah (Catanese dan  Snyder, 1991). 


Bagan Pola Perkembangan kota dapat dilihat di:
  1. Tinjauan Teori Perkembangan Kota (Sejarah, Pengertian, Pola, dan Faktor Penyebab Perkembangan Kota)
  2. Pola Pola Perkembangan Kota
  3. Pola Perkembangan Kota Secara Umum


Selanjutnya menurut Guttenberg (Chapin,  1979) menyatakan bahwa peranan transportasi adalah usaha masyarakat dalam mengatasi jarak sehingga sehingga transportasi akan berpengaruh kepada penyebaran fasilitas. Gutenberg membuat kesimpulan bahwa jika suatu kota mempunyai aksessibiltas atau transpotasi yang baik ke berbagai kawasan kota, yang akan terjadi adalah distribusi fasilitas. Demikian juga sebaliknya apabila aksessibilitas kota keberbagai kawasan kota jelek/rendah sudah dapat dipastikan tidak terjadi distribusi fasilitas sehingga akan terjadi pola yang memusat.

Bentuk lain pengaruh transportasi terhadap perkembangan kota yang dapat dilihat adalah perkembangan kenampakan bentuk kota atau kenampakan morfologi kota. Harvey dan Clark, 1971 (dalam Yunus, 2001 p. 127, 128) melihat perembetan perkembangan kota di Amerika, di manaditemukan perkembangan kota yang menjalar secara cepat sepanjang jalur transportasi yang ada yang, khususnya yang bersifat menjari (radial) daripusat kota. Daerah berada disepanjang rute transportasi utama merupakan yang paling tinggi menerima tekanan / pengaruh.

Berdasarkan hasil studi Herbert, 1976 (dalam Yunus, 2001 p. 152) di kota-kota Amerika, mengemukakan bukti-bukti yang kuat akan pengaruh transportasi terhadap morfologi kota. Menurut Herbert,  kota-kota di Amerika adalah kota-kota yang terkondisikan oleh kemajuan teknologi di bidang transportasi. Dari mula terbentuknya suatu kota sampai dengan  perkembangan mutakhir kota-kota di Amerika dapat dikategorikan menjadi tiga golongan besar yaitu :

  1. Morfologi kota dalam masa pertumbuhan kompak, ini terjadi pada masa perkembangan teknologi transportasi masih terbatas pada pejalan kaki dan kereta yang ditarik binatang.
  2. Morfologi kota dalam masa  pertumbuhan lateral, meliputi masa perkembangan hubungan transportasi antar kota mulai berkembang.
  3. Morfologi kota dalam masa  pertumbuhan menyebar (leap frog development), dengan ciri tumbuhnya pusat-pusat baru di sekeliling kota karena dibangunnya beberapa jalan lingkar.

Dalam praktek pengembangan kota di Indonesia sarana dan prasarana transportasi sering dijadikan instrumen dalam mengarahkan perkembangan kota. Salah satu elemen transportasi yang sering dipakai dalam mengarahkan perkrmbangan kota adalah pembangunan prsarana transportasi seperti jaringan jalan dan penempatan terminal. Di beberapa kota banyak dijumpai, bahwa terminal dapat menarik berbagai kegiatan untuk berlokasi di sekitarnya dan sekaligus memanfaatkan keberadaan terminal sebagai tempat berkumpulnya manusia dengan bermacam-macam kebutuhan. Hal tersebut  sesuai dengan pendapat  Warpani (1990) untuk mendekatkan konsumen dengan tempat perbelanjaan, maka lokasi terminal sering digabung atau didekatkan dengan pusat perdagangan. Selain itu penentuan lokasi terminal harus mempertimbangkan lintas kendaraan pada kota tersebut.

Dalam mengarahkan perkembangan kota pendekatan seperti di atas (mendekatkan terminal dengan tempat perbelanjaan) banyak kita jumpai dalam memacu pertumbuhan suatu bagian atau kawasan kota, dengan pembangunan sarana jalan dan terminal yang baik telah menarik orang untuk melakukan pembangunan apakah sebagai tempat tinggal ataupun tempat usaha.  Banyak contoh kota-kota yang mengunakan pendekatan seperti di atas dalam mengarahkan dan memacu pertumbuhan suatu kawasan seperti di kota Jakarta, Bandung, Bogor,  Kota Pekanbaru, Padang, Bukittinggi dan banyak lagi. Kondisi ini dapat dijadikan alasan bagi pengelola kota untuk menjadikan infrastruktur kota (jalan dan terminal) sebagai instrumen dalam mengarahkan dan mengendalikan pertumbuhan kota.

Daftar Pustaka:
Catanese, Antony J. dan  J. C. Snyder, 1991, Pengantar Perencanaan Kota, Erlangga, Jakarta.
Chapin, F, Stuart, Jr., dan Edward J. Kaiser, 1979, Urban Land Use Planning, 3 rd ed, University of Illionis, USA
Yunus, Hadi Sabari, 2001, Struktur Tata Ruang Kota, Pustaka Pelajar, Yogyakarta.
Warpani, Suwarjoko, 1990, Merencanakan Sistim Perangkutan, Institut Teknologi Bandung, Bandung.

Sumber:
Tesis Azizi  Fauzi, Evaluasi  Lokasi  Baru Terminal Regional Kota Padang (Magister Perencanaan Kota dan Daerah (MPKD-UGM Tahun 2003)
Post a Comment