Dampak-Dampak Pembangunan

Setiap pelaksanaan pembangunan di berbagai sektor pada gilirannya akan menimbulkan dampak bagi pengguna, pemakai atau yang bekerja langsung dari suatu proyek baik dampak yang langsung dirasakan maupun dampak dalam jangka yang cukup panjang. Dampak pembangunan diatas sebagai perubahan yang tidak direncana yang diakibatkan oleh aktivitas pembangunan (Otto Sumarwoto, 1991).


Dampak Pembangunan menurut Samudra Wibawa (1994) dampak juga bersifat agregatif dalam arti dampak yang dirasakan secara individu yang akan merembes  pada perubahan masyarakat. Dampak dapat menyentuh aspek ekonomi maupun sosial politik dari suatu unit sosial. .

Samudra Wibawa (1994) membagi kelompok sosial yang terkena dampak dari kebijakan pembangunan,  yaitu:
1.  Dampak Individu
Dampak ini menyentuh pada aspek-aspek biologis/fisik psikis, lingkungan hidup, ekonomi dan sosial serta personal. Sedangkan dampak secara psikis berupa stress, kepercayan diri, cinta dan emosi.

2.  Dampak Organisasional
Dampak ini dapat bersifat langsung dan tak langsung. Secara langsung adalah berupa terganggunya kelompok dalam mencapai tujuannya. Sementara dampak tak langsung misalnya melalui peningkatan semangat kerja para anggota organisasi.

3.  Dampak terhadap masyarakat
Dampak suatu kebijakan terhadap masyarakat menunjukkan sejauh mana kebijakan tersebut mempengaruhi kapasitas masyarakat dalam melayani anggotanya. Dalam hal ini masyarakat dilihat sebagai input yang menyediakan sumber daya tapi sekaligus mempunyai tuntunan. Sedangkan kualitas para anggotanya merupakan output.

4.  Dampak terhadap lembaga dan sistem sosial 
Dampak ini dimaksudkan untuk mengintervensi sekolah, kesehatan, bank dan keluarga dapat mengubah berbagai dimensi sosial lainya. Perubahan sistem sosial yang terjadi merupakan akibat dari banyak faktor bukan hanya merupakan akibat atau dampak dari sebuah kebijakan.


Daftar Pustaka:
Otto Sumarwoto, 1991, Analisis Dampak Lingkungan, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Samudra Wibawa, 1994, Evaluasi Kebijakan Publik, Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Post a Comment