Dampak Pencemaran Air Limbah

Pencemaran dalam perspektif biofisik, pencemaran dapat diartikan sebagai masuknya aliran residual (residual flow) yang diakibatkan oleh perilaku manusia ke dalam system lingkungan. 
Apakah kemudian residual ini mengakibatkan kerusakan atau tidak tergantung pada kemampuan penyerapan (absorptive Capasity) media lingkungan, seperti air, tanah, maupun udara (perman et al, 1986) selain itu penting juga untuk membedakan antara pencemaran aliran masuk ke dalam lingkungan. Pencemaran ini tergantung dari laju aliran yang masuk ke dalam lingkungan. Artinya jika aliran ini ber/'\henti, pencemaran juga akan berhenti.


Dari perspektif ekonomi, pencemaran bukan saja dilihat dari hilangnya nilai ekonomi sumber daya akibat berkurangnya kemampuan sumberdaya secara kualitas dan kuantitas untuk menyuplai barang dan jasa namun juga dari dampak pencemaran tersebut terhadap kesejahteraan masyarakat.

Efek Buruk Air Limbah
Sesuai dengan batasan dari air limbah yang merupakan benda sisa, maka tentu air limbah adalah benda yang sudah tidak dipergunakan lagi, akan tetapi tidak berarti bahwa air limbah tersebut tidak perlu dilakukan pengelolaan. Apabila limbah ini tidak dikelola secara baik, maka akan dapat menimbulkan gangguan, baik terhadap lingkungan maupun terhadap kehidupan yang ada. Efek buruk air limbah, antara lain:

1. Gangguan terhadap kesehatan
Air limbah sangat berbahaya terhadap kesehatan manusia mengingat bahwa banyak penyakit yang dapat ditularkan melalui air limbah. Air limbah ada yang hanya dapat berfungsi sebagai media pembawa saja seperti penyakit kolera, radang usus, Hepatitis infektionisa, serta Shistosomiasis dan selain sebagai pembawa penyakit di dalam air limbah itu sendiri banyak terdapat bakteri pathogen penyebab penyakit.

2. Gangguan terhadap Kehidupan Biotik
Semakin banyak zat pencemar yang terdapat di dalam air limbah, maka akan menyebabkan menurunnya kadar oksigen yang terlarut di dalam air limbah. Dengan demikian akan menyebabkan kehidupan di dalam air yang membutuhkan oksigen akan terganggu, dalam hal ini akan mengurangi perkembangannya. Selain kematian kehidupan di dalam air karena kurangnya oksigen dalam air, dapat juga disebabkan karena adanya zat beracun yang berada di dalam air limbah tersebut. Selain matinya ikan dan bakteri-bakteri yang baik di dalam air, juga dapat menimbulkan kerusakan pada tanaman dan tumbuhan air. Akibat matinya bakteri-bakteri, maka proses penjernihan yang seharusnya bisa terjadi pada air limbah menjadi terhambat, sehingga air limbah akan sulit untuk diuraikan. Selain bahan-bahan kimia yang dapat mengganggu kehidupan di dalam air maka juga akan terganggu dengan adanya pengaruh fisik seperti temperatur tinggi yang dikeluarkan oleh industri yang memerlukan proses pendinginan. Proses tersebut akan dapat mematikan semua organisme jika tidak dilakukan proses pendinginan terlebih dahulu sebelum dibuang ke saluran air limbah.

3. Gangguan terhadap Keindahan
Semakin banyaknya jumlah produk yang dihasilkan maka akan semakin banyak pula jumlah limbah yang akan terbuang. Limbah yang terbuang dari pabrik tersebut perlu dilakukan pengendapan terlebih dahulu sebelum dibuang ke saluran air limbah. Selama pengendapan yang membutuhkan waktu yang sangat lama tersebut maka akan terjadi proses pembusukan, sehingga akan menimbulkan bau, warna air limbah yang kotor dan memerlukan tempat yang sangat besar dan banyak, dapat mengganggu keindahan tempat sekitarnya.

4. Gangguan terhadap Kerusakan Benda
Apabila air limbah mengandung gas oksida yang agresif, maka akan mempercepat proses terjadinya karat pada benda yang terbuat dari besi. Dengan cepat rusaknya benda tersebut maka biaya pemeliharaannya akan semakin besar juga, yang berarti akan menimbulkan kerugian material.
Post a Comment