Dampak Pembangunan Kawasan Industri

Secara lingkungan kawasan industri unggulan merupakan kawasan industri penghasil polutan dengan intensitas tinggi. Sebagai akibat adanya aglomerasi industri yang dapat dikatakan sebagai aglomerasi polusi. Dampak kawasan tersebut meliputi air, udara, tanah, tata guna tanah, transportasi, kesehatan, topografi, sosial, tenaga kerja, konservasi limbah dan lain sebagainya (Soemarwoto, 1985: 289).

Pembangunan industri pasti mempunyai dampak negatif terhadap daerah sekitarnya dampak-dampak tersebut adalah sebagai berikut :

1. Lingkungan alam, meliputi flora dan fauna, penghidupan serangga organisme serta makhluk ekologi dalam tanah dan air

2. Lingkungan manusia, meliputi keindahan lingkungan fisik dan alam dan dampak pemanfataan. Rincian keduanya yaitu keindahan daerah perkotaan dan pedesaan termasuk pemandangan dan kemungkinan untuk dinikmatinya dan alam dan dampak pemanfaatannya, meliputi:
  • tanah, termasuk penangkapan ikan dan berburu binatang 
  • pemanfaatan tanah lainnya di daerah bersangkutan.


3. Dampak terhadap kesehatan, keamanan dan kenyamanan, meliputi
  • terhadap kesehatan melalui gangguan yang dibawakan oleh kegaduhan, 
  • terhadap kesehatan melalui pengotoran air dan udara termasuk sampah dan radiasi, 
  • gangguan kesehatan, kenikmatan dan kenyamanan yang dibawakan oleh debu, asap, panas, cahaya surya, getaran dan angin.

4. Dampak terhadap sosial budaya, meliputi
  • terjadi karena terpecahnya atau terganggunya masyarakat atau kelompok yang ada, 
  • melalui gangguan atau pemisahan dan perubahan perumahan atau tetangga, 
  • melalui gangguan atau kehilangan daerah rekreasi 
  • gangguan terhadap pola penghidupan yang membudaya dan peninggalan purbakala.

Disamping dampak negatif di atas terjadi pula dampak positif, yaitu peningkatan perekonomian secara umum dan khususnya membuka lapangan kerja serta pengembangan potensi suatu wilayah. Pandangan perencanaan kota terhadap industri pada umumnya industrialisasi pada suatu daerah tertentu akan meningkatkan tingkat kekotaannya. Secara lokasi dampak lokasi industri meliputi dampak ekonomi, lingkungan, sosial budaya dan kesejahteraan umum (Soemarwoto, 1985: 202).



Daftar Pustaka:
  • Djojodipuro, Marsudi (1992), Teori Lokasi, Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia
  • Hoover, Edgar M., (1977), Pengantar Ekonomi Regional, Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia
  • Jayadinata, Johara T., (1999), Tata Guna Tanah Dalam Perencanaan Pedesaan, Perkotaan dan Wilayah, Bandung: Institut Teknologi Bandung
  • Jayamulya, (1991), Evaluasi Lahan Untuk Industri, Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada Press
  • Oppenheim, Norbert, (1980), Applied Models in Urban and Regional Analysis, New york: Polytechnic Institute of New York.
  • Sritomo Wignjosoebroto (2009), Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan, ITB Bandung
  • Sritomo Wignjosoebroto (2003), Pengantar Teknik & Manajemen Industri, ITB Bandung
  • Sritomo Wignjosoebroto (2003), Ergonomi, Studi Gerak & Waktu,ITB Bandung

Post a Comment