Klasifikasi Industri Berdasarkan aktivitasnya

Dengan mempertimbangkan aktivitas-aktivitas yang umum dilaksanakan, maka industri menurut Sritomo Wignyosubroto diklasifikasikan sebagai berikut: 

1. Industri Penghasil Bahan Baku (The Primary Raw Material Industries) yaitu industri yang aktivitas produksinya adalah mengolah sumber daya alam guna menghasilkan bahan baku, maupun bahan tambahan lainnya yang  dibutuhkan oleh industri penghasil produk atau jasa. Industri tipe ini umumnya dikenal pula sebagai extraktive/primary industries.
2. Industri Manufacturing (The Manufacturing Industries) yaitu industri yang memproses bahan baku guna dijadikan bermacam-macam bentuk/model produk, baik yang masih berupa produk jadi (finished good product). Di sini akan terjadi suatu transformasi proses baik secara fisik maupun kimiawi terhadap input material dan akan memberikan nilai tambah terhadap material tersebut. Contoh: industri  permesinan, industri mobil dan lain-lain.


3. Industri Penyalur (Distribution Industries) yaitu industri yang berfungsi untuk melaksanakan proses distribusi baik untuk raw materials maupun finished good product. Disini raw materials maupun finished (manufactured goods) akan didistribusikan dari produsen ke produsen yang lain dan dari produsen ke konsumen. Operasi kegiatan akan meliputi aktivitas buying dan selling, storing, sorting, grading, packing, dan moving goods (transportasi).

4. Industri Pelayanan (Service Industries) yaitu industri yang bergerak dalam di bidang pelayanan atau jasa, baik untuk melayani dan menunjang aktivitas industri yang lain maupun langsung memberikan pelayanan/jasa kepada konsumen. Contoh: Bank, jasa angkutan, asuransi, dan lain-lain.



Daftar Pustaka:
Sritomo Wignjosoebroto (2009), Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan, ITB Bandung
Sritomo Wignjosoebroto (2003), Pengantar Teknik & Manajemen Industri, ITB Bandung
Sritomo Wignjosoebroto (2003), Ergonomi, Studi Gerak & Waktu,ITB Bandung
Post a Comment