Lokasi Industri

Lokasi industri sangat penting dan merupakan suatu titik tolak yang bermanfaat untuk menjelaskan struktur intern dari daerah-daerah. Produksi memerlukan penggunaan faktor industri untuk menghasilkan output barang dan jasa seefisien mungkin. Lokasi dari unit produksi, perusahaan, sudah barang tentu ditentukan sehubungan dengan sumber input dan pasar bagi input. Dengan demikian faktor-faktor produksi beranekaragam tanah, modal dan perusahaan juga faktor pasar adalah penentu primer dari lokasi. Lokasi industri menurut tata guna tanah dibagi atas (Djajadinata, 1996:137-139):

1. Industri berhaluan bahan (dalam arti bahan mentah harus diperhitungkan secara khusus), berlokasi ditempat bahan mentah, meliputi:
  • Pengolahan barang yang cepat rusak atau busuk, seperti: daging, ikan, bunga dan sebagainya
  • Pengolahan barang dalam jumlah besar atau barang bagal/curahan (bulky goods) karena angkutan mahal, seperti: kulit kina, kayu, beras, batubara, dan sebagainya.
  • Jika dalam pembuatan barang industri tertentu, perbandingan kehilangan berat (weight loos) tercapai 90% dalam keadaan semua faktor yang sama, industri itu akan cenderung berlokasi didekat tempat bahan mentah;
  • Pengolahan pelikan, kecuali almunium yang memerlukan listrik banyak dan murah.

2. Industri berhaluan pasar (market oriented), berlokasi ditempat pemasaran. Jika dalam pembuatan barang industri tertentu, perbandingan kehilangan berat (weight loos) 0% dalam keadaan semua faktor yang sama, karena biaya angkutan untuk barang industri lebih mahal daripada untuk bahan mentah, dalam keadaan semua faktor yang sama, industri itu akan cenderung berlokasi di kawasan pemasaran Misalnya, roti, karena setelah diolah beratnya tidak banyak berbeda dengan bahan mentahnya (the weigth loss ratio is low);
  • Pembotolan minuman (limun) karena air bersih mudah di dapat;
  • Barang yang memerlukan ongkos tinggi, karena besar ukurannya (peti, mebel, dan sebagainya)
  • Industri pakaian, karena dapat cepat berubah

3. Industri berhaluan pekerja berlokasi ditempat tenaga kerja
Berlokasi di tempat tenaga kerja, ialah dalam pengerjaan barang industri yang memerlukan keahlian yang khusus (dalam hal ini umumnya tenaga buruh yang tertarik oleh industri).

4. Industri komersial (industri niaga)
Industri niaga ini digolongkan menjadi dua golongan yaitu industri berat dan industri ringan.



Sumber: Djajadinata, Johara T. 1999. Tata Guna Tanah Dalam Perencanaan Pedesaan, Perkotaan dan Wilayah. Bandung : Institut Teknologi Bandung.
Post a Comment