Karakteristik Kemampuan Jarak Berjalan

Kemampuan fisik pejalan berbubungan dengan jarak tempuh yang sanggup dijalani. Hal hal yang mempengaruhi jauhnya jarak berjalan menurut Unterman (1984:24) dan Tri Rochadi ,dkk (1991:(III-15)) adalah:

1. Waktu
Berjalan pada waktu waktu tertentu mempengaruhi jarak berjalan yang mampu di tempuh. Misalnya berjalan dengan motif rekreasi mempunyai jarak yang relatif lebih pendek, sedangkan untuk berbelanja terkadang dapat dilakukan lebih dari 2 jam dengan jarak sampai 2 mil tanpa disadari sepenuhnya oleh pejalan.

2. Kenyamanan
Kenyamanan orang berjalan dipengaruhi oleh faktor cuaca dan jenis aktivitas.. Iklim yang buruk akan mengurangi keinginan orang berjalan. Jarak tempuh orang berjalan kaki di Indonesia kurang lebih 400 meter sedangkan untuk aktivitas berbelanja membawa barang diharapkan tidak lebih dari 300 meter. Untuk aktivitas berbelanja sambil rekreasi, maka faktor kenyamanan berjalan sangat berpengaruh terhadap lamanya melakukan perjalanan.


3. Ketersediaan Kendaraan Bermotor/Umum
Kesinambungan penyediaan moda angkutan kendaraan bermototr baik umum maupun pribadi sebagai moda penghantar sebelum atau sesudah berjalan kaki sangat mempengaruhi jarak tempuh orang berjalan kaki. Ketersediaan fasilitas kendaraan umum yang memadai dalam hal penempatan penyediaannya akan mendorong orang untuk berjalan lebih jauh dibanding dengan apabila tidak tersedianya fasilitas ini secara merata. Termasuk juga penyediaan fasilitas transportasi lainnya seperti jaringan jalan yang baik, kemudahan parkir dan lokasi penyebaran serta pola penggunaan lahan campuran.

4. Pola Guna Lahan/Kegiatan
Pusat kota merupakan lokasi tampaknya penggunaan lahan campuran. Perjalanan dengan berjalan kaki dapat dilakukan lebih cepat dibandingkan dengan kendaraan bermotor karena sulitnya berhenti untuk setiap saat. Berjalan di pusat perbelanjaan terasa masih menyenangkan sampai dengan jarak 500 m. Lebih dari jarak ini diperlukan fasilitas lain yang dapat mengurangi perasaan lelah orang berjalan, misalnya adanya tempat duduk dan kios makanan/minuman. Selain itu adanya aktivitas lain seperti rekreasi, keberadaan fasilitas kendaraan, kenyamanan fasilitas pejalan kaki dan adanya kegiatan campuran akan lebih menarik orang unttuk berjalan kaki.




Daftar Pustaka:
  • Fruin, John, J,1971. Dalam Rubenstein, Harvey,M. 1987. A Guide To Site Planning And Landscape Contsruction. Fourth Edition, New York: John Wiley &Sons, Inc.
  • Fruin, John. J. 1979. Pedestrian Transportation. London: Prentice Hall Inc. Dalam Mahasiswa Pasca Sarjana Program Studi Perancangan Arsitektur. 1991. Teori Perancangan Urban. Fakultas Pasca Sarjana, Institut Teknologi Bandung, Bandung.
  • Tri Rochadi, Mohammad, et al. 1991. “Teori Perancangan Urban”, Laporan Tidak Diterbitkan. Bandung: Program Pasca Sarjana Institut Teknologi Bandung,1991.
  • Untermann, Richard K. 1984. Accomodating the Pedestrian: Adapting Towns & Neighbourhoods for Walking and Bicycling. New York: Van Nostrand Reinhold Company. 


Sumber: Zaki (2005), Studi Karakteristik Pejalan Kaki Dalam Penyediaan Fasilitas Pejalan Kaki Di Pusat Kota Malang, Skripsi Universitas Brawijaya Tahun 2005
Post a Comment