Pengertian Sosio-Spasial

Sosio berasal dari bahasa Inggris socios/social  yang artinya perhimpunan/masyarakat sedangkan spasial/spatial  berarti hal yang berhubungan dengan ruang/tempat (Echols & Shadily,1992). Jadi pengertian sosio-spasial adalah sesuatu yang berkaitan dengan aktivitas masyarakat dalam pemanfaatan ruang yang ada untuk kepentingan sosial.

Menurut Chapin, dalam Rolobessy (1999) di dalam pemanfaatan suatu lahan ditentukan oleh nilai-nilai yang  mempengaruhi prilaku manusia di dalam ruang/ lahan. Adapun nilai-nilai tersebut ialah :



  1. Nilai-nilai yang berhubungan dengan nilai harga tanah yang berorientasi pasar untuk memperoleh keuntungan (oriented profit making).
  2. Nilai-nilai yang berhubungan dengan kondisi kehidupan manusia yang berorientasi pada kepentingan umum ( public interest).
  3. Nilai-nilai yang berkaitan dengan kemajuan, kepercayaan, kebiasaan dan tradisi yang berorientasi pada akar sosial masyarakat yang telah ada (social rooted).

Menurut Jayadinata (1999;31) ada beberapa kegiatan sosial secara garis besar, yaitu:
a. Kegiatan sosial dalam kepercayaan (religi);
b. Kegiatan sosial dalam kekerabatan;
c. Kegiatan sosial dalam kesehatan;
d. Kegiatan sosial dalam pendidikan;
e. Kegiatan sosial dalam seni, rekreasi dan olahraga;
f. Kegiatan sosial dalam politik dan pemerintahan;
g. Kegiatan sosial dalam pertahanan dan keamanan.
Dimana setiap kegiatan sosial itu dapat berhubungan dengan kegiatan sosial lainnya dan dapat bernilai ekonomi yang kesemuanya memerlukan ruang untuk beraktivitas.

Menurut Koentjaraningrat (1984:7) aktivitas gotong royong bukan hanya menyangkut lapangan pertanian saja melainkan juga aktivitas kehidupan sosial lainnya, seperti:

  1. Gotong royong  dalam kemalangan.
  2. Gotong royong dalam pekerjaan seputar rumah tangga seperti membuat sumur/rumah, dll.
  3. Gotong royong dalam kegiatan hajatan/pesta.
  4. Gotong royong untuk kepentingan umum.



Daftar Pustaka:
Echols, John M. dan Shadiliy, Hasan, 1992, Kamus Inggris-Indonesia, PT Gramedia, Jakarta.
Jayadinata, T, 1999, Tata Guna Tanah dalam Perencanaan Pedesaan, Perkotaan dan Wilayah, Edisi Ketiga, ITB, Bandung.
Koentjaraningrat,  1984, Masyarakat Desa di Indonesia, LPFE Universitas Indonesia, Jakarta.
Rolobessy, Mike Yurnida, 1999, Implikasi Spasial Perkembangan Sektor Industri di Kartasura, Tesis MPKD-UGM.
Budi (2004), Konteks Sosio-Spasial Industri Kekotaan Yang Berlokasi Di Perdesaan Di Kecamatan Sleman Kabupaten Sleman, Tesis-S2 UGM Tahun 2003.
Post a Comment